Selayang Pandang Program Makan Bergizi Gratis

Diterbitkan pada : Jumat, 17 April 2026 10:12

 

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029, sekaligus sebuah langkah strategis pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Sebagaimana arahan  Presiden RI, Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan bahwa program ini berperan dalam memperbaiki kualitas gizi anak-anak untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) yang produktif dan berdaya saing di tahun 2045.

 

Generasi anak-anak saat ini menjadi bagian dari bonus demografi Indonesia di tahun 2035. Oleh karena itulah, pemenuhan gizi sejak lahir, balita, dan usia sekolah menjadi suatu hal yang mendesak untuk peningkatan kualitas SDM. Program MBG menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan masa depan bangsa ini sekaligus program ini mampu memicu meningkatnya sirkulasi ekonomi di daerah, karena melibatkan berbagai pihak mulai dari petani hingga pengusaha lokal.

 

Menginisiasi program ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah meluncurkan program MBG di 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di 26 provinsi pada awal Januari 2025. Program ini pada akhirnya diharapkan dapat menyentuh seluruh satuan pendidikan secara bertahap. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau langsung pelaksanaan perdana program ini di SMP Negeri 12 Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian untuk berkontribusi dalam program MBG.


Pemenuhan gizi bagi anak Indonesia sangat berdampak positif bagi tumbuh kembang mereka. Hasil penelitian Jundapri dan Susyanti (2024) tentang Implementasi Program Gizi Sekolah dalam Menurunkan Angka Kecurangan Makanan Anak di Sekolah Dasar: Studi Kasus di lima Sekolah Negeri Kota Metropolitan menunjukkan bahwa program gizi sekolah telah diakui secara luas sebagai upaya yang penting dalam meningkatkan kesehatan dan kinerja akademik murid-murid di sekolah dasar. Studi oleh WHO dan UNICEF menunjukkan bahwa asupan gizi yang cukup berdampak positif pada konsentrasi, daya ingat, dan motivasi belajar anak-anak.

 

Masalah gizi dapat pula berdampak pada adanya anak putus sekolah. Kekurangan gizi menyebabkan peserta didik sulit berkonsentrasi dan sakit-sakit sehingga mereka sering absen dari sekolah dan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

 

Program MBG tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan edukasi terkait kandungan gizi yang terkandung dalam makanan, serta menanamkan nilai-nilai karakter, antara lain disiplin, hidup sehat, religius, tenggang rasa, 

toleransi, dan kebersamaan. Dengan begitu program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku peserta didik. Penguatan Pendidikan karakter bagi peserta didik merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada Jumat, 27 Desember 2024, Mendikdasmen meluncurkan program Gerakan 7 Kebiasaaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria. Salah satu poin dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah Makan Sehat dan Bergizi, selain Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat. Tujuh kebiasaan ini dirancang untuk memastikan anak-anakunggul secara akademis, memiliki kepribadian kuat, serta peduli sosialdan lingkungan.

 


Program MBG juga selaras dengan Program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang selama ini telah berjalan dan disosialisasikan secara masif oleh Kemendikdasmen. Gerakan Sekolah Sehat adalah segala upaya yang
dilakukan secara bersama-sama dan terus-menerus oleh semua pihak mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, para mitra, satuan pendidikan, dan masyarakat pemangku kepentingan lainnya tentang pentingnya penerapan sekolah sehat. Gerakan Sekolah Sehat berfokus pada Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan di satuan pendidikan.


Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah (1) peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren; (2) anak usia di bawah lima tahun; (3) ibu hamil; dan (4) ibu menyusui.


Dari jumlah kelompok sasaran tersebut, sasaran terbesar Program MBG adalah peserta didik satuan pendidikan. Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen 11 (Dapodik) pada Desember 2024 menunjukkan bahwa jumlah peserta didik seluruh jenjang (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Kesetaraan) sebanyak 53.274.594 orang.


Mengingat bahwa sasaran terbesar program MBG adalah peserta didik satuan pendidikan, maka dipandang perlu menyusun Panduan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan pendidikan. Panduan ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait pelaksanaan atau pengelolaan Program MBG di satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.